“Ecoprint Berbasis Adiwiyata: Menumbuhkan Kepedulian Global dan Karakter Peduli Lingkungan pada Siswa SD Negeri 3 Kedungsar
Narasi Bukti / Refleksi
Refleksi Kompetensi Kewarganegaraan (Citizenship) – Level: Limited
Di SD Negeri 3 Kedungsari, pembelajaran IPAS tentang perubahan iklim sering kali terjebak pada penyampaian fakta teoritis yang abstrak. Siswa hanya menghafal data suhu bumi tanpa menyadari dampaknya pada kehidupan sehari-hari mereka, seperti kekeringan di sekitar sekolah atau sampah plastik yang menumpuk. Situasi ini menunjukkan bahwa materi belum menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa sebagai "warga dunia" yang peduli pada keberlanjutan.
Tindakan dan Peran Guru
Saya telah mencoba berperan sebagai Activator dengan memberikan tantangan, namun pendekatan masih bersifat instruksional satu arah. Saya belum berhasil memantik rasa ingin tahu siswa untuk melihat keterkaitan global. Sebagai langkah awal, saya menyadari perlunya pergeseran dari penyampaian informasi menjadi pemicu kesadaran. Saya berencana mulai mengintegrasikan isu global sederhana, seperti polusi plastik, ke dalam diskusi kelas dengan menghubungkannya langsung dengan konteks lokal siswa, sesuai elemen Praktik Pedagogis berbasis inkuiri.
Dampak dan Refleksi (Measure & Reflect)
Hasil observasi menunjukkan siswa tampak pasif dan kurang termotivasi. Refleksi mendalam ini mengungkap bahwa meskipun saya mengajar dengan baik, pendekatan belum menyentuh dimensi globalitas. Apa yang perlu diperbaiki adalah menciptakan ruang aman bagi siswa untuk berdiskusi tentang isu-isu ini, mengubah peran saya menjadi Culture Builder yang menumbuhkan rasa memiliki dan keberanian mengambil risiko dalam berbicara tentang masalah lingkungan.
Progresi dan Rencana Tindak Lanjut
Berdasarkan kerangka Michael Fullan, level kompetensi saya saat ini adalah Limited (Terbatas), karena belum ada bukti nyata kaitan dengan isu global. Untuk mencapai level Emerging (Muncul), saya berkomitmen untuk mulai mengintegrasikan topik isu global sederhana secara eksplisit ke dalam diskusi kelas dan menghubungkannya dengan konteks lokal siswa. Langkah selanjutnya adalah mengubah pendekatan dari instruksional menjadi kolaboratif, di mana siswa mulai melihat diri mereka sebagai bagian dari solusi masalah dunia.
- Target: Mengubah narasi pasif menjadi dialog aktif tentang isu global.
- Aksi: Memulai diskusi kelas dengan pertanyaan pemantik terkait dampak sampah plastik di lingkungan sekitar.
- Evaluasi: Mengamati perubahan sikap siswa dari sekadar menghafal menjadi mulai peduli.
Dibagikan oleh
SRI AGUS DWI WAHYUNI, S.Pd.
SD Negeri 3 Kedungsari