Membangun Ketekunan dan Regulasi Diri Siswa
Narasi Bukti / Refleksi
Refleksi Profesional: Membangun Ketekunan dan Regulasi Diri Siswa
Konteks Situasi: Di kelas saya, siswa sering kali kehilangan fokus saat menghadapi tugas proyek yang kompleks. Hambatan akademik yang muncul sebelumnya biasanya menjadi alasan untuk menyerah, bukan titik balik untuk belajar.
Tindakan Konkret: Sebagai Activator, saya menerapkan model Problem-Based Learning dengan memberikan tantangan terbuka yang memerlukan ketekunan. Saya tidak hanya memberikan instruksi, tetapi memandu siswa untuk membuat jadwal belajar mandiri dan menetapkan target kecil (micro-goals). Saya juga berperan sebagai Culture Builder dengan menciptakan ruang aman di mana kesalahan dianggap sebagai bagian dari proses belajar, bukan kegagalan. Siswa diajak berdiskusi tentang strategi mereka sendiri untuk mengatasi frustrasi.
Dampak Nyata: Beberapa siswa mulai menunjukkan ketekunan yang lebih tinggi; mereka tidak langsung menyerah saat menghadapi kesulitan teknis. Regulasi diri mereka mulai terlihat melalui kemampuan mereka untuk kembali bekerja setelah istirahat. Suasana kelas menjadi lebih suportif, di mana siswa saling mengingatkan untuk tetap fokus.
Refleksi (Siklus Measure-Reflect-Change): Measure: Saya mengamati bahwa siswa mulai membuat jadwal, namun konsistensinya masih fluktuatif. Reflect: Saya menyadari bahwa kesadaran mereka sudah muncul, tetapi strategi internal mereka belum terinternalisasi sepenuhnya. Change: Langkah selanjutnya adalah membantu siswa mengartikulasikan strategi regulasi diri mereka secara eksplisit dan merefleksikan proses tersebut secara rutin.
Penilaian Progresi: Berdasarkan kerangka kerja Michael Fullan, bukti ini menunjukkan level Emerging (Muncul). Guru mulai menyadari pentingnya regulasi diri dan mencoba menerapkan jadwal belajar mandiri, namun belum konsisten menghadapi hambatan secara tuntas. Untuk mencapai level Developing (Berkembang), saya perlu memastikan siswa mampu menerapkan strategi ketekunan secara konsisten dalam berbagai situasi, bukan hanya dalam tugas tertentu, dan menunjukkan ketahanan yang nyata di hadapan kegagalan.
Dibagikan oleh
SRI AGUS DWI WAHYUNI, S.Pd.
SD Negeri 3 Kedungsari