kurang ketertarikan peserta didik terhadap audio visial
Narasi Bukti / Refleksi
Refleksi Profesional: Menyelesaikan Proyek Digital Terkendala Akses Internet
Sebagai Activator dalam kerangka Deep Learning, saya menghadapi tantangan nyata saat siswa terhambat dalam menyelesaikan proyek digital karena keterbatasan akses internet di rumah. Dalam situasi ini, dimensi Karakter (Character) menjadi fokus utama untuk menumbuhkan ketekunan dan regulasi diri.
Saya menerapkan model Problem-Based Learning (PBL) dengan memposisikan hambatan ini sebagai masalah autentik. Alih-alih memberikan solusi instan, saya memfasilitasi siswa untuk merancang strategi alternatif, seperti menggunakan perpustakaan digital atau kolaborasi jarak jauh. Tindakan konkret ini bertujuan melatih siswa untuk tidak menyerah saat menghadapi rintangan, melainkan mencari jalan keluar kreatif.
Dampak yang terlihat adalah munculnya kesadaran awal pada siswa bahwa kegagalan teknis bukan akhir dari proses belajar. Mereka mulai mencoba mengatur waktu belajar di rumah meskipun tidak konsisten, menunjukkan tanda-tanda awal regulasi diri. Namun, ketekunan mereka masih terputus-putus karena kurangnya struktur yang jelas.
Secara reflektif, siklus Measure-Reflect-Change menunjukkan bahwa pendekatan saya sebagai Culture Builder perlu diperkuat. Saya berhasil menciptakan ruang aman bagi siswa untuk mengakui kesulitan, namun perlu lebih sistematis dalam membantu mereka membangun rutinitas. Saat ini, progres saya berada di level Limited karena belum ada upaya terstruktur untuk belajar mandiri yang berkelanjutan.
Untuk mencapai level Emerging, saya berkomitmen untuk mulai membuat jadwal belajar mandiri yang terstruktur dan memberikan umpan balik presisi yang lebih konsisten. Langkah selanjutnya adalah memastikan siswa tidak hanya menyadari pentingnya regulasi diri, tetapi juga mulai menerapkannya secara lebih stabil dalam menghadapi hambatan serupa di masa depan.
Dibagikan oleh
hera cahyati. S, E. S. Pd
Sdn 2 parakancanggah