🎯 Karakter (Character) Berkembang (Developing) 26 May 2026

Refleksi Praktik Pembelajaran; Menumbuhkan Karakter (Character) di Kelas 9E SMPN 3 Colomadu

Foto 1 — Refleksi Praktik Pembelajaran; Menumbuhkan Karakter (Character) di Kelas 9E SMPN 3 Colomadu

Narasi Bukti / Refleksi

1. Situasi Konkret di Kelas 9E

Pada semester ini di kelas 9E SMPN 3 Colomadu, saya menghadapi tantangan besar terkait daya juang (grit) siswa saat dihadapkan pada tugas berbasis proyek jangka panjang, yaitu "Menulis Adaptasi Cerita Rakyat secara Mandiri". Pada minggu-minggu awal, mayoritas siswa menunjukkan regulasi diri yang lemah: banyak yang menunda pekerjaan, sering mengeluh kesulitan menentukan alur cerita, bahkan ada kecenderungan beberapa siswa menyalin mentah-mentah draf cerita dari internet demi kecepatan instan (krisis integritas).

Melihat situasi ini, saya mengubah strategi pengajaran dengan menerapkan intervensi scaffolding yang ketat melalui alat bantu visual berupa Lingkaran Kejelasan (Clarity Circle) serta melatih teknik "menulis cepat menggunakan simbol dan singkatan" untuk memetakan ide secara mandiri.

2. Dampak Nyata yang Dirasakan Siswa

Perubahan strategi ini membawa dampak yang sangat nyata bagi dinamika belajar siswa kelas 9E:

  • Peningkatan Regulasi Diri: Siswa yang awalnya pasif dan bingung mulai mampu mengelola waktu menulis mereka secara bertahap menggunakan lembar kendali mingguan. Mereka beralih dari bekerja secara berpasangan atau bergantung pada instruksi guru, menjadi mampu bekerja secara mandiri.

  • Ketekunan (Grit) Menghadapi Kesulitan: Ketika draf tulisan mereka memiliki struktur kalimat yang kurang baik, siswa tidak lagi menyerah atau meminta ganti topik. Mereka menggunakan simbol pencatatan cepat untuk merevisi tulisan mereka sendiri.

  • Tumbuhnya Integritas: Dengan bimbingan intensif dan pemantauan berkala, siswa bangga memamerkan hasil modifikasi cerita rakyat yang murni lahir dari imajinasi dan proses berpikir mereka sendiri, bukan hasil plagiasi.

3. Proses Refleksi: Apa yang Berhasil dan Perlu Diperbaiki

  • Apa yang Berhasil: Metode Clarity Circle berhasil memicu keterlibatan aktif siswa. Berdasarkan data lembar observasi, persentase murid yang tidak fokus atau mengganggu murid lain menurun drastis karena perhatian mereka terserap ke dalam target harian menulis yang jelas. Penggunaan teknik simbol berhasil memotong waktu brainstorming ide cerita rakyat.

  • Apa yang Perlu Diperbaiki: Meskipun kemandirian meningkat, saya menyadari adanya kesenjangan kecepatan antar-murid. Beberapa murid tertentu yang membutuhkan perhatian ekstra inklusif masih memerlukan intervensi langsung yang menyita waktu belajar mandiri kelas. Di masa depan, saya perlu menyiapkan panduan diferensiasi yang lebih matang agar tingkat kompleksitas tugas benar-benar proporsional bagi tiap individu murid.

4. Hubungan dengan Kerangka Deep Learning Michael Fullan (Dimensi Character)

Pengalaman konkret di kelas 9E ini secara utuh menerapkan kompetensi Karakter (Character) dalam kerangka 6Cs Deep Learning oleh Michael Fullan.

Melalui siklus proyek ini, siswa tidak sekadar belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia secara superfisial, melainkan diajak untuk membangun kemampuan belajar untuk belajar (learn to learn). Dengan mengevaluasi draf tulisan secara berkala, mereka dilatih memiliki ketekunan menghadapi hambatan teknis penulisan kalimat yang bermutu. Regulasi diri yang kuat terbentuk ketika mereka harus memilih antara bekerja mandiri atau berpasangan demi efektivitas tugas, dan integritas dijunjung tinggi saat mereka menghargai proses orisinalitas sebuah karya adaptasi sastra budaya. Praktik ini membuktikan bahwa penataan instruksional yang berbasis data dan bukti kelas mampu menumbuhkan semangat belajar terus-menerus dalam diri murid.

Dwi Lestari

Dibagikan oleh

Dwi Lestari

SMP N 3 COLOMADU

Guru SMP Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
Profil 6C