💬 Komunikasi (Communication) Berkembang (Developing) 23 Oct 2026

Integrasi Komunikasi Multimodal: Menggabungkan Papan Interaktif Digital dan Demonstrasi Fisik pada Presentasi Kerajinan Bahan Keras

Foto 1 — Integrasi Komunikasi Multimodal: Menggabungkan Papan Interaktif Digital dan Demonstrasi Fisik pada Presentasi Kerajinan Bahan Keras
Foto 2 — Integrasi Komunikasi Multimodal: Menggabungkan Papan Interaktif Digital dan Demonstrasi Fisik pada Presentasi Kerajinan Bahan Keras
Foto 3 — Integrasi Komunikasi Multimodal: Menggabungkan Papan Interaktif Digital dan Demonstrasi Fisik pada Presentasi Kerajinan Bahan Keras
1 / 3

Narasi Bukti / Refleksi

Dalam pembelajaran Prakarya di kelas VIII, saya merancang tahap evaluasi proyek "Kerajinan Bahan Keras" tidak hanya sekadar mengumpulkan barang jadi, tetapi melalui presentasi produk yang menuntut komunikasi multimodal. Saya menantang siswa untuk menjelaskan proses perancangan mereka menggunakan papan interaktif digital di kelas, menampilkan alur pemikiran (seperti peta konsep atau desain awal yang mereka buat), sekaligus mendemonstrasikan prototipe fisik dari kayu atau bambu yang telah mereka buat. Dalam situasi ini, mereka harus menyesuaikan gaya bahasa: menggunakan bahasa yang lebih teknis dan terstruktur saat menjelaskan rancangan di layar, namun beralih ke gaya yang lebih persuasif dan interaktif saat menunjukkan fungsi produk fisik kepada teman-teman sejawatnya.

Dampak nyata dari pendekatan ini sangat terlihat pada tingkat kepercayaan diri dan keterlibatan siswa. Bagi siswa yang biasanya kurang artikulatif secara verbal, keberadaan alat bantu visual digital sangat membantu mereka menstrukturkan alur pembicaraan sehingga pesan tersampaikan dengan lebih runut. Sementara itu, audiens (siswa lain) menjadi jauh lebih fokus dan aktif bertanya karena presentasi disajikan tidak secara monoton, melainkan memadukan elemen visual, auditori, dan kinestetik secara bersamaan. Siswa mulai menyadari bahwa komunikasi yang baik adalah tentang bagaimana memilih medium yang tepat untuk mempermudah audiens memahami ide mereka.

Melalui proses refleksi, saya menemukan bahwa integrasi alat digital ini sangat berhasil memecah kebuntuan komunikasi siswa yang pemalu, karena fokus audiens terbagi ke layar. Namun, secara kritis saya mengevaluasi bahwa masih ada kelemahan mendasar: beberapa siswa terjebak menjadi "pembaca layar" dan melupakan kontak mata dengan audiens. Untuk perbaikan ke depannya, saya perlu menyusun rubrik presentasi yang membatasi jumlah teks pada tampilan digital dan memberikan porsi nilai lebih besar pada interaksi langsung, sehingga teknologi mutlak berfungsi sebagai alat bantu, bukan pengganti komunikator.

Jika dihubungkan dengan kerangka Deep Learning dari Michael Fullan, praktik ini adalah manifestasi langsung dari kompetensi Communication. Fullan menekankan bahwa komunikasi mendalam terjadi ketika siswa mampu menyampaikan pemikiran secara koheren menggunakan beragam mode (lisan, visual, fisik) dan alat digital secara efektif. Siswa tidak hanya belajar "berbicara di depan kelas", tetapi mereka berlatih merancang pesan (pesan desain dan fungsionalitas produk) yang disesuaikan dengan audiens dan mengoptimalkan teknologi digital untuk memperkuat argumentasi karya mereka.

B

Dibagikan oleh

Burit Sigit Prakoso, S.Kom

SMP NEGERI 7 PURWODADI

Guru SMP Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah
Profil 6C