💡 Kreativitas (Creativity) Berkembang (Developing) 08 Oct 2026

KAMIS PERFORM, DARI PANGGUNG KECIL TUMBUH KEBERANIAN DAN PRESTASI

Foto 1 — KAMIS PERFORM, DARI PANGGUNG KECIL TUMBUH KEBERANIAN DAN PRESTASI
Foto 2 — KAMIS PERFORM, DARI PANGGUNG KECIL TUMBUH KEBERANIAN DAN PRESTASI
Foto 3 — KAMIS PERFORM, DARI PANGGUNG KECIL TUMBUH KEBERANIAN DAN PRESTASI
1 / 3

Narasi Bukti / Refleksi

KAMIS PERFORM, DARI PANGGUNG KECIL TUMBUH KEBERANIAN DAN PRESTASI

Praktik Baik SDN Purwoyoso 04 dalam Menemukan, Mengembangkan, dan Merayakan Potensi Nonakademik Siswa

Pendahuluan

Setiap anak memiliki cerita dan keistimewaannya masing-masing. Ada anak yang mudah memahami pelajaran, ada yang senang bergerak dan menari, ada yang memiliki suara merdu, ada yang pandai memainkan peran, ada pula yang mampu menghidupkan suasana melalui cerita, sastra, atau musik.

Sayangnya, tidak semua potensi itu dapat terlihat melalui nilai-nilai yang tertulis di rapor. Ada bakat yang baru muncul ketika seorang anak diberi kesempatan untuk berdiri di depan teman-temannya. Ada keberanian yang baru tumbuh ketika seorang anak dipercaya memegang mikrofon. Ada pula rasa percaya diri yang perlahan muncul ketika tepuk tangan diberikan setelah ia berhasil menyelesaikan sebuah penampilan.

Berangkat dari pemahaman tersebut, SDN Purwoyoso 04 berupaya menghadirkan ruang bagi setiap anak untuk menunjukkan dirinya. Salah satu praktik baik yang dikembangkan adalah Kamis Perform, sebuah kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk tampil, berekspresi, berkarya, dan berbagi kebahagiaan melalui berbagai bentuk seni.

Kamis Perform menjadi bagian dari SUPER 7 (Sinergi Unggul Pembiasaan dan Ekstrakurikuler Berbasis 7 KAIH) di SDN Purwoyoso 04. Kegiatan ini bukan sekadar menghadirkan hiburan di tengah aktivitas sekolah. Lebih dari itu, Kamis Perform menjadi bagian dari proses pendidikan karakter, pengembangan kreativitas, pembentukan kepercayaan diri, sekaligus ruang bagi sekolah untuk menemukan potensi-potensi terbaik yang dimiliki peserta didik.

Berawal dari Keyakinan bahwa Setiap Anak Memiliki Potensi

Di dalam satu kelas, kita akan menemukan anak-anak dengan karakter yang beragam. Ada yang percaya diri dan spontan ketika berbicara. Ada yang lebih banyak diam, tetapi ternyata memiliki kemampuan luar biasa ketika menari atau bernyanyi. Ada yang membutuhkan waktu lebih lama untuk berani tampil, tetapi setelah mendapatkan kesempatan, justru mampu menunjukkan kemampuan yang mengagumkan.

Keragaman itulah yang menjadi kekuatan.

SDN Purwoyoso 04 menyadari bahwa sekolah tidak cukup hanya menjadi tempat untuk mengembangkan kemampuan akademik. Sekolah juga perlu menjadi ruang yang membuat anak merasa dikenal, dihargai, dipercaya, dan diberi kesempatan untuk berkembang.

Dalam keseharian, masih ada siswa yang merasa malu, takut salah, gugup ketika berbicara di depan orang lain, atau belum mengetahui bakat yang sebenarnya mereka miliki. Karena itu, diperlukan sebuah kegiatan yang memungkinkan anak belajar tampil secara bertahap dalam suasana yang menyenangkan dan tidak menakutkan.

Kamis Perform hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut.

Panggungnya mungkin sederhana. Penampilannya mungkin singkat. Namun, bagi seorang anak yang baru pertama kali berdiri di depan banyak orang, panggung itu bisa menjadi pengalaman yang sangat berarti.

Kamis Perform: Panggung untuk Semua Anak

Kamis Perform dirancang sebagai ruang ekspresi yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siswa. Anak tidak harus menunggu menjadi juara terlebih dahulu untuk mendapatkan kesempatan tampil.

Mereka cukup memiliki keberanian untuk mencoba.

Berbagai penampilan dapat hadir dalam Kamis Perform, mulai dari tari tradisional, tari kreasi, menyanyi tunggal, paduan suara, pantomim, macapat, hingga berbagai kreativitas seni lainnya.

Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa setiap anak memiliki cara yang berbeda dalam mengekspresikan dirinya.

Anak yang senang bergerak dapat menunjukkan kemampuannya melalui tari. Anak yang memiliki suara merdu dapat bernyanyi. Anak yang mencintai budaya dan sastra Jawa dapat melantunkan macapat. Anak yang memiliki kemampuan ekspresi dapat mencoba pantomim. Sementara anak yang senang bekerja bersama dapat berkembang melalui paduan suara atau penampilan kelompok.

Di sinilah nilai penting Kamis Perform. Tidak ada satu jenis bakat yang dianggap lebih penting daripada bakat lainnya.

Setiap kemampuan memiliki tempat untuk tumbuh.

Belajar Berani dari Sebuah Panggung

Bagi sebagian orang, tampil di depan teman-teman mungkin terlihat sederhana. Namun bagi seorang anak yang pemalu, berdiri di depan banyak orang dapat menjadi tantangan besar.

Tangan mungkin terasa dingin. Suara bisa bergetar. Jantung berdebar lebih cepat. Bahkan ada anak yang merasa ingin mundur sebelum penampilannya dimulai.

Namun, ketika ia akhirnya melangkah ke depan, menyelesaikan penampilannya, lalu mendapatkan tepuk tangan dari teman-teman, terjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar sebuah pertunjukan.

Keberanian sedang tumbuh.

Kamis Perform memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk menghadapi rasa gugup, mengatasi rasa malu, menjaga konsentrasi, mengendalikan emosi, dan menyelesaikan sesuatu yang telah mereka mulai.

Pengalaman itu tidak berhenti di atas panggung.

Kepercayaan diri yang tumbuh melalui kegiatan perform dapat terbawa ke dalam kelas. Anak menjadi lebih berani menjawab pertanyaan, bertanya kepada guru, menyampaikan pendapat, bekerja dalam kelompok, dan berinteraksi dengan teman.

Dengan demikian, Kamis Perform menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membangun anak secara utuh.

Guru Hadir sebagai Pendamping dan Penyemangat

Di balik setiap penampilan siswa terdapat peran guru yang tidak kalah penting.

Guru tidak hanya menjadi penonton. Guru hadir sebagai pendamping yang membantu anak mempersiapkan penampilan, memberikan arahan, melatih kemampuan, sekaligus memberikan dukungan ketika anak merasa ragu.

Kalimat sederhana seperti “Ayo, kamu pasti bisa” terkadang memiliki makna yang sangat besar bagi seorang anak.

Guru juga memberikan pemahaman bahwa tampil tidak harus selalu sempurna. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Ketika gerakan tari belum tepat, lirik lagu terlupa, suara masih bergetar, atau ekspresi belum maksimal, anak tidak langsung dinilai gagal.

Sebaliknya, mereka diberikan kesempatan untuk belajar dan mencoba kembali.

Budaya seperti inilah yang membuat panggung sekolah menjadi ruang yang aman bagi anak untuk berkembang.

Dari Panggung Kreativitas Menjadi Pencarian Bibit Unggul

Kamis Perform tidak berhenti pada kegiatan tampil dan menghibur. Bagi SDN Purwoyoso 04, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara untuk mengenali dan menemukan bibit unggul di bidang nonakademik.

Guru dapat mengamati potensi siswa secara langsung melalui penampilan yang mereka lakukan.

Ada siswa yang memiliki kemampuan tari yang kuat. Ada yang memiliki kualitas vokal yang baik. Ada yang mampu menjaga harmoni ketika bernyanyi dalam kelompok. Ada yang memiliki kemampuan ekspresi yang menarik. Ada pula yang memiliki kemampuan dalam seni dan sastra tradisional.

Pengamatan tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi sekolah untuk memberikan pembinaan yang lebih terarah.

Siswa yang memiliki potensi tari dapat diarahkan mengikuti latihan tari secara lebih intensif. Siswa dengan kemampuan vokal dapat dibina untuk mengikuti lomba menyanyi atau paduan suara. Siswa yang memiliki kemampuan dalam sastra Jawa dapat dipersiapkan untuk cabang macapat atau lomba bahasa dan sastra Jawa. Sementara siswa yang memiliki kemampuan seni peran dapat dikembangkan melalui pantomim maupun seni pertunjukan lainnya.

Dengan cara ini, sekolah tidak perlu menunggu datangnya perlombaan untuk mencari peserta.

Bibit-bibit unggul sudah mulai dikenali dari panggung sekolah.

Menemukan Potensi yang Selama Ini Tersembunyi

Salah satu hal menarik dari Kamis Perform adalah munculnya potensi anak yang sebelumnya belum banyak terlihat.

Ada anak yang mungkin belum terlalu menonjol dalam bidang akademik, tetapi ketika berada di atas panggung mampu menunjukkan kemampuan yang luar biasa.

Hal tersebut memberikan pesan penting kepada seluruh warga sekolah bahwa prestasi anak memiliki banyak bentuk.

Seorang anak mungkin tidak menjadi yang tertinggi nilainya dalam matematika, tetapi ia bisa menjadi penari yang hebat. Anak yang tidak banyak berbicara di kelas mungkin ternyata memiliki suara yang indah. Anak yang terlihat pendiam bisa memiliki kemampuan pantomim yang memukau.

Kamis Perform membantu sekolah melihat anak secara lebih utuh.

Anak tidak hanya dilihat dari apa yang belum mampu ia lakukan, tetapi juga dari apa yang bisa ia kembangkan.

Membangun Budaya Apresiasi

Kamis Perform juga mengajarkan siswa untuk menghargai orang lain.

Ketika seorang teman tampil, siswa lain belajar menjadi penonton yang baik. Mereka memberikan tepuk tangan, memberikan dukungan, dan menghargai keberanian temannya.

Budaya ini penting karena sekolah bukan hanya tempat untuk belajar menjadi yang terbaik, tetapi juga tempat belajar menghargai keberhasilan orang lain.

Anak belajar bahwa keberhasilan seorang teman bukanlah ancaman bagi dirinya. Sebaliknya, keberhasilan teman dapat menjadi inspirasi untuk terus berkembang.

Dari sinilah tumbuh suasana sekolah yang lebih positif, hangat, dan saling mendukung.

Kamis Perform dan Semangat “Yakin Bisa, Pasti Bisa”

Kamis Perform menjadi salah satu bentuk nyata dari semangat SDN Purwoyoso 04:

“Yakin Bisa, Pasti Bisa.”

Slogan tersebut bukan hanya kalimat penyemangat, tetapi menjadi keyakinan bahwa setiap anak memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan.

Ketika seorang anak berani tampil, sekolah mengatakan kepadanya, “Kami percaya kamu bisa.”

Ketika anak melakukan kesalahan, sekolah mengatakan, “Tidak apa-apa, mari kita coba lagi.”

Ketika anak berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya, sekolah mengatakan, “Kami bangga dengan keberanianmu.”

Dukungan sederhana seperti itulah yang perlahan membentuk anak menjadi pribadi yang berani, mandiri, kreatif, dan percaya terhadap kemampuan dirinya sendiri.

Sebuah Praktik Baik Kepemimpinan Transformatif

Kamis Perform juga mencerminkan praktik kepemimpinan transformatif di SDN Purwoyoso 04. Sekolah berupaya mengubah cara pandang tentang keberhasilan peserta didik.

Keberhasilan tidak hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari keberanian, kreativitas, karakter, keterampilan sosial, kemampuan bekerja sama, serta kemampuan mengembangkan bakat.

Sekolah memberikan ruang. Guru memberikan pendampingan. Teman memberikan dukungan. Sementara siswa diberikan kesempatan untuk mengambil peran.

Dari sinergi tersebut, tercipta sebuah lingkungan belajar yang memungkinkan anak tumbuh sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

Dampak yang Mulai Terlihat

Pelaksanaan Kamis Perform memberikan berbagai dampak positif bagi kehidupan sekolah.

Siswa memperoleh ruang untuk mengekspresikan kreativitasnya. Mereka belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat duduk di dalam kelas dan menerima pelajaran, tetapi juga tempat untuk berkarya dan menunjukkan kemampuan.

Keberanian siswa juga tumbuh secara bertahap. Anak yang awalnya malu mulai berani tampil. Anak yang sebelumnya ragu mulai mencoba. Anak yang sudah percaya diri semakin mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuannya.

Di sisi lain, guru memiliki kesempatan untuk mengenali bakat siswa secara lebih dekat. Potensi yang ditemukan dapat menjadi dasar pembinaan lebih lanjut untuk menghadapi berbagai perlombaan nonakademik.

Lebih dari itu, Kamis Perform turut membangun budaya sekolah yang penuh apresiasi dan penghargaan terhadap keberagaman potensi anak.

Penutup: Setiap Anak Berhak Memiliki Panggung

Kamis Perform di SDN Purwoyoso 04 bukan sekadar kegiatan pentas seni. Di balik setiap tarian, lagu, paduan suara, pantomim, macapat, dan berbagai penampilan lainnya terdapat proses pendidikan yang sangat berarti.

Ada anak yang sedang belajar mengalahkan rasa malu.

Ada anak yang sedang belajar percaya kepada dirinya sendiri.

Ada anak yang sedang menemukan bakat yang selama ini tersembunyi.

Ada pula anak yang sedang mempersiapkan langkah pertama menuju sebuah prestasi.

Bagi sekolah, Kamis Perform menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan potensi. Bagi guru, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk mengenal anak lebih dekat. Bagi siswa, panggung ini menjadi tempat untuk belajar bahwa dirinya berharga dan memiliki kemampuan untuk berkembang.

Karena sesungguhnya, setiap anak memiliki panggungnya sendiri.

Tugas sekolah bukan menentukan siapa yang paling hebat, tetapi menyediakan ruang agar setiap anak berani mencoba, berani berkembang, dan menemukan versi terbaik dirinya.

Dari panggung sederhana di sekolah, mungkin akan lahir seorang penari hebat, penyanyi berbakat, seniman masa depan, pelestari budaya, atau juara yang akan mengharumkan nama sekolah.

Semuanya dapat berawal dari satu langkah kecil:

berani tampil.

Kamis Perform: Berani Tampil, Berani Berkarya, Berani Berprestasi.

SD Negeri Purwoyoso 04

“Yakin Bisa, Pasti Bisa.”

 

VANDA ESTETIKA SISWANDARI

Dibagikan oleh

VANDA ESTETIKA SISWANDARI

SD Negeri Purwoyoso 04

Kepala Sekolah SD Kota Semarang, Jawa Tengah
Profil 6C